Pada suatu hari,di jerman, Hitler pergi ke sebuah bioskop.dia hendak menonton pemutaran film perjuangan Nazi ,yamg tentunya,mengisahkan tentang Hitler itu sendiri,sesuai dengan praturan pada saat itu.
Dengan menyamar sebagai pemuda miskin ia ,masuk dan duduk di bagian depan…ketika acara hendak dimulai ,seperti biasa pengunjung berdiri dan memberi hormat. Saking terharunya melihat kesetiaan rakyatnya tanpa sadar ia menangis,tetapi seorang pemuda yang berdiri disampingnya menegurnya ..
Pemuda itu berkata, “hei kenapa kamu tidak berdiri? Saya mengerti perasaan kamu terhadap ‘bajingan’ itu,tapi apa daya.kita di kelilingi oleh para penembak gelapnya …..”
Dikasih uang jajan
Diposting oleh Firda Sartika di 19.56
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi. Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamardan bertanya “setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?”. Peternak ” oh saya beri makan rumput-rumput saja”,
“kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak” kata si petugas. “Bapak saya denda 2 juta”.
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak. “Bapak beri makan apa sapi-sapi ini.??” kata si petugas .
Si peternak menjawab ” saya beri makan keju, hamburger, & susu”
“kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan diluar batas sewajarnya…!!” kata si petugas.
Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepaada si peternak. “bapak beri makan apa sapi-sapi ini..??” tanya si petugas. Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
” begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing
tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana….!!!!”
“kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak” kata si petugas. “Bapak saya denda 2 juta”.
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak. “Bapak beri makan apa sapi-sapi ini.??” kata si petugas .
Si peternak menjawab ” saya beri makan keju, hamburger, & susu”
“kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan diluar batas sewajarnya…!!” kata si petugas.
Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepaada si peternak. “bapak beri makan apa sapi-sapi ini..??” tanya si petugas. Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
” begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing
tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana….!!!!”
Hitam segalanya
Diposting oleh Firda Sartika di 19.54
Alkisah di negara Afrika sana, manusia yang paling hitam adalah yang paling hebat! Hitam dalam arti hitam segala-galanya, itulah Negro Sejati! Ada 3 orang anak kecil yang sedang membandingkan kehitaman Bapaknya.
Anak yang ke 1 : ” Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh..tangannya
terluka, DARAH nya HITAM!!!!…
Anak yang ke 2 : “Papi ku kemarin sedang benerin Parabola,eh..terjatuh
sampai patah tulang, TULANG nya HITAM !!!”
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu belum seberapa,tadi
malam waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap
gua KENTUT, …..e-eh,…tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP !!!!!!”
Anak yang ke 1 : ” Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh..tangannya
terluka, DARAH nya HITAM!!!!…
Anak yang ke 2 : “Papi ku kemarin sedang benerin Parabola,eh..terjatuh
sampai patah tulang, TULANG nya HITAM !!!”
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu belum seberapa,tadi
malam waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap
gua KENTUT, …..e-eh,…tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP !!!!!!”
Indonesia tetep canggih
Diposting oleh Firda Sartika di 19.53
Dalam rapat perkembangan teknologi abad-21, ada utusan dari indonesia, jepang dan amerika. Amerika melihatkan kemajuan teknologinya.
Saat ada telpon masuk, Amerika tidak lagi menggunakan hp, tapi memegang kancing bajunya dan berbicara.
Orang Indonesia heran “Wuih gila loe yach, bisa kayak gitu”
Orang jepang langsung nyeletuk, “Wach punyaku lebih gila lagi nich….”dan kemudian dengan jari jempol dan kelinking orang jepang itu menelpon rekannya, ck..ck…’ memang gila nich…,”kata orang indonesia itu dengan rasa kagumnya. akhirnya orang indonesia ini bingung, apa yang akan ditunjukkan kepada kedua rekannya itu. tiba-tiba orang indonesia ini menggetarkan badannya dan matanya merem melek. orang amrik dan jepang bingung, lantas bertanya,” hi..hi… kamu sedang ngapain…..”
“Hus diam !!! fax sedang masuk nich….!!!” kata orang indonesia
Saat ada telpon masuk, Amerika tidak lagi menggunakan hp, tapi memegang kancing bajunya dan berbicara.
Orang Indonesia heran “Wuih gila loe yach, bisa kayak gitu”
Orang jepang langsung nyeletuk, “Wach punyaku lebih gila lagi nich….”dan kemudian dengan jari jempol dan kelinking orang jepang itu menelpon rekannya, ck..ck…’ memang gila nich…,”kata orang indonesia itu dengan rasa kagumnya. akhirnya orang indonesia ini bingung, apa yang akan ditunjukkan kepada kedua rekannya itu. tiba-tiba orang indonesia ini menggetarkan badannya dan matanya merem melek. orang amrik dan jepang bingung, lantas bertanya,” hi..hi… kamu sedang ngapain…..”
“Hus diam !!! fax sedang masuk nich….!!!” kata orang indonesia
Kamu mengaku saja
Diposting oleh Firda Sartika di 19.52
Seorang guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya,
“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.” Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang menulisnya!!!”
“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.” Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja kamu yang menulisnya!!!”
Kebiasaan Makan di Pesawat
Diposting oleh Firda Sartika di 19.51
Kebiasaan makan dipesawat terbang …….
Bila selesai makan, garpu dan sendok :
1. disilangkan = penumpang dari Amerika
2. sejajar = penumpang dari benua Eropa
3. Sejajar diluar piring = penumpang dari Jepang
4. hilang = penumpang dari Indonesia
Murid SD Dengan Gurunya
Diposting oleh Firda Sartika di 19.46
Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya
Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,
kena satu yang tinggal berapa ?
Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”
Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”
Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”
Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara
berpikir kamu ”
Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,
kena satu yang tinggal berapa ?
Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”
Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”
Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”
Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara
berpikir kamu ”
Blog archive
-
▼
2011
(20)
-
▼
Desember
(17)
- Bunga
- Biodata Personel SMASH
- Ketegangan mencekam
- Seorang pemuda dan Hitler
- Dikasih uang jajan
- Hitam segalanya
- Indonesia tetep canggih
- Kamu mengaku saja
- Kebiasaan Makan di Pesawat
- Murid SD Dengan Gurunya
- Tanpa judul
- Labirin Kecil
- Tragedi Seorang Calon Abdi Negara
- Tragedi Seorang Calon Abdi Negara
- Sang Pengawas Ujian
- Kilasan Hati Pak Guru Ahmad
- Cerpen Sekolahku di bawah Lembah
-
▼
Desember
(17)
Powered by WordPress
©
Firda Sartika - Designed by Matt, Blogger templates by Blog and Web.
Powered by Blogger.
Powered by Blogger.